Oleh: musrifah12 | April 22, 2010

MEMBANGUN JARINGAN KOMPUTER

MEMBANGUN JARINGAN KOMPUTER

Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol internet bisa dilihat
dalam tabel berikut :

Model OSI
TCP / IP
Protokol TCP / IP
No
Lapisan
Nama Protocol
Kegunaan
1.
Aplikasi
Aplikasi
DHCP (Dynamic
HostConfiguration Protocol)
Protokol untuk distribusi IP pada
jaringan dengan jumlah IP yang
terbatas
DNS (Domain Name Server )
Database nama domain mesin dan
nomor IP
FTP (File Transfer Protocol )
Protokol untuk transfer file
HTTP (Hyper Text Transfer
Protocol
Protokol untuk transfer file HTML
dan Web
MIME (Multipurpose internet
Mail Extention)
Protokol untuk mengirim file binary
dalam bentuk teks.
NNTP (Network News Transfer
Protocol)
Protokol untuk mengirim dan
menerima Newsgroup
SMB (Server Message Block)
Protokol untuk transfer berbagai
server file Dos dan Windows
POP (Post Office Protocol)
Protokol untuk mengambil mail dari
server.

2.

Presentasi
SMTP (Simple Mail Transfer
Protocol)
Protokol untuk mengirim mail
SNMP (Simple
NetworkManagement Protocol)
Protokol untuk manajemen jaringan
Telnet
Protokol untuk akses jarak jauh
TFTP (Trivial FTP )
Protokol untuk transfer file
3.
Sessi
NETBIOS (Network Basic Input
Output System)
BIOS jaringan standar
RPC (Remote Procedure Call)
Prosedur pemanggilan jarak jauh
SOCKET
Input Output untuk network jenis
BSD-UNIX
4.
Transport
Transport
TCP (Tranmission Control
Protocol)
Protokol pertukaran data
berorientasi (connection oriented)
UDP (User Datagram Protocol)
Protokol pertukaran data non-
orientasi (Connectionless)
5.
Network
Internet
IP (Internet Protokol)
Protokol untuk menetapkan routing
RIP (Routing Information
Protokol)
Protokol untuk memilih routing
ARP (Address Resolution
Protokol)
Protokol untuk mendapatkan
informasi hardware dari nomor IP
RARP (Reverse ARP)
Protokol untuk mendapatkan
informasi nomor IP dari hardware

3


6
Datalink
Network
Interface
PPP (Point to Point Protokol)
Protokol untuk point ke point
SLIP (Serial Line Internet
Protokol)
Protokol dengan menggunakan
sambungan serial
7
Fisik
Ethernet, FDDI, ISDN, ATM

Tabel 1. Hubungan antara referensi model OSI dengan protokol internet
4. Pengertian jaringan komputer.
Jaringan komputer  adalah dua komputer atau lebih yang
terhubung satu dengan yang lainnya. Perangkat yang dapat dihubungkan tidak
terbatas pada komputer saja, melainkan termasuk printer dan perangkat-
perangkat keras lainnya. Sebagai perhubung dapat digunakan kabel atau media
lain yang tidak menggunakan kabel, misalnya gelombang radio dan sinar
inframerah.
5. Istilah – Istilah jaringan.
Berbicara mengenai jaringan tidak dapat dilepaskan dari beberapa istilah atau
terminologi yang sangat akrab dengan dunia jaringan. Oleh sebab itu sebelum
pembicaraan mengenai jaringan diperdalam, ada baiknya istilah –istilah tersebut
di bahas terlebih dahulu. Beberapa istilah dalam jaringan yang akan kita bahas
adalah :
 Server
 Client
 Node
 Peer to peer
 Local dan Remote
 Protokol
 Kartu jaringan
 Repeater, Bridge, Router
 Gateway
 Firewall
4.

Server
Server adalah sebuah komputer yang menyediakan file, sumberdaya atau
layanan tertentu yang diperlukan dalam sebuah jaringan. Biasanya komputer
yang dipakai sebagai server memiliki spesifikasi perangkat keras khusus dan
lebih tinggi dari komputer – komputer lain yang ada di jaringan tersebut.
Jaringan skala kecil umumnya hanya memiliki sebuah server, namun untuk
jaringan dengan skala besar dapat memiliki dua server atau lebih.
Client
Client adalah komputer yang bukan server. Jika server
menyediakan file, sumberdaya, layanan tertentu, maka client adalah komputer
yang meminta, file, sumberdaya, atau layanan dari server.
Jika kemudian ada istilah “Client/server” maka istilah tersebut pastilah merujuk
pada sebuah system jaringan yang memiliki minimal sebuah server dan
beberapa client. Misalnya saja ada istilah “äplikasi database client/server” maka
artinya adalah sebuah server yang menyimpan file-file database dan aplikasi
pada client hanya dapat berjalan apabila telah mendapatkan informasi dari
database yang ada di server.
Node
Pada intinya semua perankat keras yang terhubung ke jaringan disebut nude,
entah itu berupa sebuah komputer server, komputer client, atau sebuah printer.
Peer to peer.
Dalam sebuah jaringan peer to peer tidak terdapat server maupun client. Jadi
artinya setiap komputer yang terhubung ke dalam jaringan memiliki tingkatan
yang sama. Biasanya jaringan peer to peer digunakan untuk berbagi pakai atau
5

sharing data atau printer antara komputer yang ada dalam jaringan tersebut.
Jaringan dengan sifat peer to peer biasa disebut workgroup.
Local dan remote
Istilah local menunjukkan berbagai sumberdaya yang ada didalam sebuah
komputer, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Jika komputer
tersebut akan mengakses sumberdaya yang ada pada dirinya sendiri sudah
barangtentu tidak perlu ” mengarungi” jaringan sehingga disebut sebagai local.
Mengikuti jalan pikiran yang sama, berbagai sumberdaya yang harus diakses
dengan menggunakan jaringan terlebih dahulu akan disebut dengan remote.
Protokol
Kita umpamakan komputer-komputer yang ada dalam sebuah jaringan adalah
sekumpulan manusia yang saling berkomunikasi satu dengan lainnya, maka
tentunya mereka harus mengerti bahasa yang sama agar dapat saling
berkomunikasi. Protokol dapat diumpamakan sebagai bahasa tersebut.
Protokol yang paling umum digunakan sehingga pasti dikenal oleh berbagai
macam jaringan adalah protocol TPC/IP (Transmission Control Protocol/Internet
Protocol). Ibarat bahasa, TCP/IP adalah bahasa inggris yang merupakan bahasa
internasional. Salah satu contoh protocol yang lain adalah IPX(InterPacket
Exchange) yang digunakan system operasi Novell NetWare.
Kartu jaringan.
Kartu jaringan merupakan perangkat keras yang menterjemahkan sinyal-sinyal
jaringan ke bentuk paket-paket data yang dimengerti komputer. Kompunen ini
sering disebut kartu karena bentuknya seperti kartu yang harus ditancapkan ke
komputer, baik pada slot PCI ataupun SCSI
6.

Pada bagian belakang panel terdapat lubang konektor untuk menancapkan
kabel jaringan. Konektor yang ada pada kartu jaringan ada dua macam yaitu
biasa di sebut konektor BNC dan RJ-45 (UTP). Konektor BNC berbentuk seperti
kabel TV dan sekarang sudah jarang digunakan sedang RJ-45 atau sering
disebut UTP seperti konektor kabel telpon namun jumlah kabelnya lebih banyak.
Jika jaringan yang digunakan bersifat wireless maka pada panel belakang tidak
terdapat lubang konektor melainkan ada antenna.

Gambar 1 Kartu jaringan (Ethernet card) untuk pc dan notebook

Repeater, Bridge, dan Router.
Ketiga istilah tersebut adalah perangkat keras yang fungsi utamanya adalah
menghubungkan dua buah jaringan.
Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal dari sebuah segmen jaringan ke
segmen jaringan lainnya, repeater bermanfaat untuk mengatasi keterbatasan
panjang kabel karena sinyal yang melemah setelah menempuh jarak tertentu
dapat diperkuat kembali.

Bridge berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan yang memiliki segmen
yang sama. Selain memperkuat sinyal seperti yang dilakukan repeater, bridge
juga melakukan tranmisi ulang paket data dari satu segmen ke segmen yang
lainnya.

Gambar 3 Bridge

Router berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan yang memiliki segmen
yang berbeda, untuk membedakan router dengan bridge, dapat di umpamakan
bus antar kota. Bridge dapat diibaratkan AKDP(Antar Kota Dalam Propinsi),
sedangkan Router Diibaratkan AKAP (Antar Kota Antar Propinsi)

.

Gambar 4 Router

Gateway
Gateway berfungsi sebagai antarmuka sebuah jaringan skala kecil dengan
jaringan beskala jauh lebih besar, misalnya antara sebuah LAN dengan Internet
atau antara LAN di Unit-usaha dengan WAN ptpn7 secara keseluruhan.
Gatway juga dapat melakukan translasi protocol diantara kedua jaringan
tersebut.
5.10Firewall
Firewall adalah system keamanan pada sebuah jaringan, firewall dapat berupa
perangkat keras maupun perangkat lunak. Tugas firewall adalah mencegah yang tak berizin agar tidak dapat masuk ke dalam jaringan
8.

6. Skala Jaringan
Pada dasarnya ada empat macam skala jaringan.
 LAN
 MAN
 WAN
 INTERNET.
LAN
LAN atau Local Area Network adalah jaringan berskala relatif kecil dan dibatasi
oleh batasan geografis tertentu, misalnya suatu gedung atau komplek gedung,
banyak LAN yang hanya memiliki area satu ruangan saja..
MAN
MAN atau Metropolitan Area Network adalah jaringan yang berskala lebih besar
dari LAN tapi masih dalam satu kota, misalnya jaringan antar gedung dalam
suatu apartemen atau jaringan antara unit-usaha Kedaton dengan unit-usaha
Pewa dengan unit –usaha Rejosari..
WAN
WAN atau Wide Area Network adalah jaringan dari berbagai LAN .Ruang
lingkupnya tidak lagi terbatas pada suatu area geografis saja, tetapi dapat
melintas batas kota bahkan Negara. Sebagai media penghubung antara LAN
yang satu dengan LAN yang lainnya dapat digunakan saluran telepon dan
satelit.
INTERNET

7. Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah tataletak atau layout suatu jaringan. Ada beberapa
topologi jaringan yang dikenal yaitu :
 Mesh
 Bus
 Ring
 Star.
Mesh
Pada topologi mesh semua node saling terhubung. Topologi ini hampir tidak
pernah dipakai karena sulit ditangani juga boros akan kabel

Topologi Bus
Topologi ini menggunakan kabel BNC dan pada kedua ujungnya harus diberi
terminator. Topologi ini sebenarnya cukup sederhana dan mudah ditangani,
namun sekarang telah banyak ditinggalkan karena lalulintas data terlalu padat
10

dan apabila ada satu node rusak maka keseluruhan jaringan tidak dapat
berfungsi.
Keuntungan
 Hemat kabel
 Layout kabel sederhana
 Mudah dikembangkan
Kerugian
 Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
 Kepadatan lalu lintas
 Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
 Diperlukan repeater untuk jarak jauh

kabel BNC

Topologi Ring
Pada Topologi ring semua node ditata sehingga membentuk suatu lingkaran .
Kabel yang digunakan juga merupakan kabel BNC. Oleh karena tidak memiliki
ujung maka tidak diperlukan terminator.Namun demikian topologi inipun telah
banyak ditinggalkan karena memiliki kelemahan yangsama dengan topologi bus,
selain itu ,pengembangan jaringan dengan menggunakan topologi ring ini relatif
sulit dilakukan.
Keuntungan

 Hemat Kabel
Kerugian

Peka kesalahan
Pengembangan jaringan lebih kaku

Topologi Star

Seperti namanya, topologi star memiliki bentuk seperti bintang, setiap node
terhubung secara terpusat pada sebuah perangkat keras Hub atau switch.
Topologi ini yang paling banyak digunakan saat ini. Kabel yang digunakan
adalah UTP dengan konektor RJ-45.
Topologi ini disukai karena memiliki kelebihan sebagai berikut :
 Fleksibel
 Pengembangan dan pengelolaan jaringan mudah.
 Kerusakan atau perawatan yang dilakukan pada satu node tidak
mempengaruhi node yang lain.
Oleh karena pusat jaringan terletak pada hub / switch maka perangkat tersebut
harus dirawat betul-betul, karena kalau sampai rusak maka seluruh jaringan
down alias tidak dapat berfungsi.
Keuntungan

 Paling fleksibel
 Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu
bagian jaringan lain
 Kontrol terpusat
 Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
 Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian
 Boros kabel
 Perlu penanganan khusus
 Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

Kabel UTP + RJ-45

8. Alamat IP
Bahwa setiap nude yang terhubung pada sebuah jaringan yang berbasis
protocol TCP/IP haruslah memiliki sebuah alamat IP (IP Address) yang unik,
artinya dalam satu jaringan tidak boleh ada node yang memiliki alamat yang
sama persis,.
Format alamat IP


Format alamat ip adalah angka biner yang panjangnya 32 bit dan terbagi
menjadi 4 bagian yang masing-masing panjangnya 8bit (8bit sama dengan 1
byte), setiap bagian dipisahkan dengan titik. Oleh karena merupakan angka
biner maka alamat ip hanya terdiri dari angka 0 dan 1 saja.
Contoh : 11000000.10101000.00000001.00000001
Format penulisan seperti contoh tersebut kurang disukai dan sulit dibaca. Oleh
karena itu format penulisan alamat ip lebih sering diwujudkan dalam bentuk
decimal.
Contoh : 192.168.1.1
Setiap bagian mampu menampung 255 kemungkinan angka, jadi total alamat ip
yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 x 255 = 4.228.250.625. akan tetapi dalam
kenyataannya dalam pengalokasiannya ada batasan – batasan serta kelas
tertentu, jadi tidak sembarang salah satu dari 4 milyar kemungkinan alamat ip
tersebut dapat dipergunakan begitu saja.
Kelas alamat IP
Untuk mempermudah pendistribusiannya , alamat ip dibagi menjadi kelas-kelas
tertentu, Pada dasarnya ada 5 kelas alamat ip yaitu kelas A, kelas B, kelas C,
kelas D dan kelas E, kelas A, B, C didistribusikan untuk umum sedangkan kelas
D dan E digunakan untuk multicast dan eksperimen. Setiap alamat ip memiliki
network ID dan host ID. Network ID adalah identitas jaringan sedangkan host ID adalah identitas node. Pada dasarnya pembagian kelas alamat ip didasarkan

pada pembagian network ID dan host ID tersebut.
Adapun kelas-kelas yang dimaksud bisa dilihat pada tabel berikut :

Kelas

Materi Training Local Area Network
A
B
C
D
E
0.0.0.0 – 127.255.255.255
128.0.0.0 – 191.255.255.255
192.0.0.0 – 223.255.255.255
224.0.0.0 – 239.255.255.255
240.0.0.0 – 247.255.255.255

Tabel 1 Pembagian kelas TCP / IP

8.3 Alamat IP spesial..
Ada beberapa alamat untuk ip yang tidak boleh digunakan sebagai alamat host
karena sudah dipakai untuk fungsi-fungsi tertentu yaitu :
 Alamat untuk host tidak diperbolehkan mempunyai nilai 0 atau nilai 1
(dalam decimal bernilai 0 atau 255) karena nilai 0 dianggap sebagai
alamat jaringannya sendiri dan nilai 255 sebagai alamat broadcast atau
multicast atau netmask..
 Alamat broadcast yang disebut sebagai local broadcast yaitu nilai
255.255.255.255
 Alamat IP lain yaitu 127.xxx.xxx.xxx (xxx bernilai 0 – 255 ) oleh aplikasi
TCP/IP sebagai alamat loopback, yaitu paket yang di tranmisikan kembali
diterima oleh buffer computer itu sendiri tanpa ditransmisikan ke media
jaringan, sebagai alamat untuk diagnostic, dan pengecekan konfigurasi
TCP/IP. Contoh: ping 127.0.0.1.
 Dalam satu jaringan host ID harus unik./tidak boleh ada yang sama.
8.4 .
Alamat Private.
Dari alamat kelas yang ada tidak semuanya dipakai untuk publik seperti internet
yang memerlukan registrasi. Ada alamat-alamat yang dapat kita pakai sebagai
alamat jaringan yang disebut sebagai private address. Alamat tersebut adalah ;
 Untuk kelas A : 10.0.0.1 – 10.255.255.254

 Untuk kelas B : 172.16.0.1 – 172.31.255.254
 Untuk kelas C : 192.168.0.1 – 192.168.255.254
Alamat Subnet.
Subnet mask adalah angka biner sepanjang 32 bit yang digunakan untuk
membedakan network ID dengan host ID dan memeriksa apakah suatu node
berada pada jaringan yang sama atau jaringan luar.
Subnet mask default untuk setiap kelas alamat IP adalah sebagai berikut :
 Kelas A : 255.0.0.0
 Kelas B : 255.255.0.0
 Kelas C : 255.255.255.0
Dari angka –angka tersebut terlihat bahwa seluruh bit yang berhubungan
dengan network ID selalu bernilai 1 sedang seluruh bit yang berhubungan
dengan host ID bernilai 0. untuk jelasnya lihat tabel berikut
Kelas
Network ID
Host ID
Default subnet mask
A
xxx.0.0.1
xxx.255.255.25
4
255.0.0.0
B
xxx.xxx.0.1
xxx.xxx.255.254 255.255.0.0
C
xxx.xxx.xxx.1
xxx.xxx.xxx.254 255.255.255.0

Tabel 2 IP private address

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat
besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta)
IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan
dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID
ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:

Network ID = 113
Host ID = 46.5.6
Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan
besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan
host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address
kelas B, misalnya 132.92.121.1
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor
132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B
dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx
IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN).
Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta
network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP
192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan
host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini
tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address
seefisien mungkin.
9. Domain Name System (DNS)


Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama
suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP
address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.
Root-level domain:
merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
Top level domain:
kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh
perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh
badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu
negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .
au untuk australia..
Second level domain:
merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya: PTPN7.com;
yahoo.com, dan lain-lain.
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan
Dynamic Host Configuration Protocol atau diisi secara manual.
DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer
yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server,
dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat
diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya
meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung
secara dinamis.

11. Type dan Jenis Kabel

Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda,
oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada dua jenis kabel yang
dikenal secara umum, yaitu twisted pair (UTP unshielded twisted pair dan STP
shielded twisted pair) dan coaxial cable
Kategori untuk twisted pair yaitu :
Kabel
Type
Feature

Type CAT 1
UTP
Analog (biasanya digunakan di perangkat telephone
pada umumnya dan pada jalur ISDN –integratedservice
digital networks. Juga untukmenghubungkan modem
dengan line telepon).
Type CAT 2
UTP
up to 1 Mbits(sering digunakan pada topologi token ring)
Type CAT 3
UTP / STP
16 Mbits data transfer(sering digunakan pada topologi
token ring atau10BaseT)
Type CAT 4
UTP, STP
20 Mbits data transfer(biasanya digunakan pada topologi
token ring)
Type CAT 5
UTP, STP – up to 100 MHz
100 Mbits data transfer / 22 db
Type CAT
5enhanced
UTP, STP – up to 100 MHz
1 Gigabit Ethernet up to 100 meters – 4 copperpairs
(kedua jenis CAT5 sering digunakan padatopologi token
ring 16Mbps, Ethernet 10Mbpsatau pada FastEthernet
100Mbps)
Type CAT 6
up to 155 MHz or 250 MHz 2,5 Gigabit Ethernet up to 100 meters or 10
Gbit/s up to 25 meters . 20,2 db(Gigabit Ethernet)
Type CAT 7
up to 200 MHz or 700 Mhz
Giga-Ethernet / 20.8 db(Gigabit Ethernet)
Tabel Type kabel Twisted

Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk masing-
masing kabel tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing merupakan seri
revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk
kualitas “belitan” (twist) masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk
menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan
juga kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel (noise
bisa ditekan sedemikian rupa).Perlu diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5
dan CAT5 enchanced mempunyai standar industri yang sama, namun pada
CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi ata

electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk
menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.
Sedangkan untuk coaxial cable, dikenal dua jenis, yaitu thick coaxial cable
(mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai
diameter lebih kecil).
Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3
10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya
diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau
thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuman disebut
sebagai yellow cable. Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan
mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
 Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan
menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu
buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan
yang lumayan lebar).
 Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices)
atau berupa populated segments.
 Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external
transceiver).
 Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam
hal ini repeaters.
 Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar
500 meter).
 Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500
meter).
 Setiap segment harus diberi group

 Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke
perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
 Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
Thin coaxial cable (Kabel Coaxial “Kurus”)
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama
untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk
digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial
jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-
rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya.
Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini
juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet. Kabel coaxial jenis ini, misalnya
jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan TConnector dan
terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:
 Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
 Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
 Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan
(devices)
 Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu
tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
 Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated
segment).
 Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
 Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
 Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555
meter).
 Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.

12. Konfigurasi pengkabelan jaringan dengan kabel UTP / RJ-45

Untuk penggunaan koneksi komputer, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel
UTP, yaitu straight cable dan crossover cable. Fungsi masing-masing jenis
koneksi ini berbeda, straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke
hub/switch atau router, sedangkan crossover cable digunakan untuk
menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk
menghubungkan hub ke hub.
12.1..Straight cable
Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna, dalam artian
ujung nomor satu merupakan ujung nomor satu di ujung lain. Sebenarnya urutan
warna dari masing-masing kabel tidak menjadi masalah, namun ada standard
secara internasional yang digunakan untuk straight cable ini,yaitu :
Koneksi minimum berdasarkan standar EIA/TIA-568B RJ-45 Wiring Scheme :
Pair#2 is connected to pins 1 and 2 like this:
Pin 1 wire color:
white/orange
Pin 2 wire color:
orange
Pair#3 is connected to pins 3 and 6 likethis:
Pin 3 wire color:
white/green
Pin 6 wire color:
green
Sedangkan sisa kabel-nya dihubungkan sebagai berikut
Pair#1
Pin 4 wire color:
blue
Pin 5 wire color:
white/blue
Pair#4
Pin 7 wire color:
white/brown

Pin 8 wire color:
brown

Tabel 3 Konfigurasi kabel Straight dengan RJ-45

12.2.crossover cable
Konfigurasi tipe penyambungan crossover diperlukan bila kita ingin membuat
dua computer bisa saling berkomunikasi atau menghubungkan antara 2 hub,
adapun cara menyambungnya bisa dilihat pada tabel berikut.
Dasar Koneksi untuk UTP Crossover Cable sebagai berikut :

Connector 1
Pinout
Connector 2
Pinout
1
3
2
6
3
1
4
Open
5
Open
6
2
7
Open
8
Open

pin 1 -> pin 3, pin 2 -> pin 6, pin 3 -> pin 1, and pin 6 -> pin 2. Pin lainnya dibiarkan tidak terhubung

Tabel 4 configurasi jaringan model crossover dengan kabel UTP/RJ-45


Gambar 10 Jaringan crossover

13. Konfigurasi node LAN pada Windows 98.

Untuk menggunakan fasilitas dan komponen jaringan yang ada pada
Windows98, harus terlebih dahulu menginstall dan mengkonfigurasinya. Adapun
langkah-langkahnya sebagai berikut :
 Proses pertama memberi nama komputer (unik) untuk memastikan bahwa
komputer yang dipakai dapat dikenali oleh pemakai komputer lain yang
terhubung di dalam jaringan komputer.
 Menginstall hardware, software untuk membuat komputer terhubung ke
dalam jaringan
 Mengkonfigurasi protokol yang digunakan komputer untuk “berkomunikasi”
dengan komputer lain.
 Mengidentifikasi komputer di dalam jaringan artinya memberi nama komputer
yang unik untuk mengidentifikasi komputer yang akan digunakan agar dapat
“berkomunikasi” dengan komputer lain di dalam jaringan. Dan untuk
menghindari adanya tumpang-tindih dengan komputer lain.
 Computer Description artinya Anda bisa saja mengabaikan deskripsi
komputer yang dipakai. Deskripsi komputer akan terlihat oleh orang lain pada
saat browsing di jaringan, bila Anda mengisi computer descripto

Memberikan nama untuk komputer:
1) Pilih Start, Settings, dan Control Panel.
2) Double-klik ikon Network dan klik tab Identification

3) Masukkan nama komputer, workgroup dan deskripsi komputer untuk
komputer yang akan digunakan.
4) Klik OK.

Gambar 11 Mengidentifikasi komputer di dalam jaringan

Menginstall dan Mengkonfigurasi Network Adapter Card
Network adapter card (kartu jaringan) harus dipasang di dalam komputer, agar
komputer yang dapat “berinteraksi” di dalam jaringan. Kartu jaringan
menggunakan media fisik untuk tipe network, media dan protokol. Windows98
mendukung beberapa tipe network, yaitu:
 Ethernet,
 Token Ring,
 Attached Resource Computer Network (ARCNet),
 Fiber Distributed Data Interface (FDDI),
 Wireless, infrared,
 Asynchronous Transfer Mode (ATM).
Windows 98 mendukung 4 buah kartu jaringan sekaligus di dalam 1 komputer.
Setelah memasang kartu jaringan selanjutnya, memasang driver kartu jaringan.

Untuk menginstall dan mengkonfigurasi kartu jaringan dilakukan dengan cara
klik icon Add New Hardware Wizard atau Network di Control Panel.

Gambar 12 Menginstall kartu jaringan

Windows 98 secara otomatis memberikan interrupt request (IRQ) dan
input/output (I/O) addressmuntuk kartu jaringan. The base I/O port address
defines a memory address through which data will flow to and from the adapter.
Prosedur yang dilakukan untuk menginstall dan mengkonfigurasi kartu jaringan:
1) Pada Control Panel, double-klik icon Network.
2) Pilih tab Configuration, klik Add.
3) Setelah itu muncul kotak dialog Select Network Component Type, klik
Adapter, lalu klik Add.
4) Pilih jenis adapter yang digunakan, setelah itu klik OK.
5) Klik OK untuk menutup kotak dialog Network Properties.
Setelah meng-copy file yang dibutuhkan untuk menginstall kartu jaringan,
Windows 98 akan me-restart komputer.
6) Setelah komputer di-restart, konfigurasi kartu jaringan dari Control Panel
dan double-klik icon Network.
7) Pilih Adapter, lalu klik Properties.
13.3Menginstall Protokol Jaringan

Untuk dapat “berkomunikasi” antara dua buah komputer atau lebih dalam
jaringan komputer, gunakan protokol yang sering (umum) digunakan.
Prosedur yang dilakukan untuk menginstall protokol jaringan:
1) Buka Control Panel dan double-klik ikon Network.
2) Dalam tab Configurasi klik Add.
3) Pada kotak dialog Select Network Component Type, pilih Protocol dan
klik Add.
4) Pilih Manufacturer dan Network Protocol dan klik OK.

Gambar 13 Menginstall protokol jaringan

Windows98 menyediakan multiple-protokol di dalam satu komputer meliputi
 NetBIOS Enhanced User Interface (NetBEUI)
protokol sederhana
yang dapat digunakan untuk hubungan LAN sederhana dengan hanya
satu subnet yang bekerja berdasarkan penyiaran (broadcast base).
 Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange (IPX/SPX)
protokol yang digunakan dalam lingkungan Novell NetWare.
IPX/SPX tidak direkomendasikan untuk penggunan non-NetWare, karena
IPX/SPX tidak universal seperti TCP/IP.
 Microsoft Data-link Control(DLC)
dibuat oleh IBM digunakan untuk
IBM mainframe dan AS/400.

 Transmission Control Protocol/Internet Protokol(TCP/IP)
protokol
standar yang umum digunakan.
 Fast Infrared Protocol
digunakan secara wireless (tanpa kabel),
protokol yang mendukung penggunaan hubungan jarak dekat dengan
menggunakan infrared. IrDA (infrared Data Association) digunakan antara
lain oleh komputer, kamera, printer, dan personal digital assistant (PDA)
untuk saling berkomunikasi.
 Asynchronous Transfer Mode (ATM)
teknologi jaringan high-speed
yang mampu mengirim data, suara, dan video secara real-time.
13.4.Mengkonfigurasi TCP/IP
Implementasi TCP/IP pada Windows98 meliputi protokol standar TCP/IP,
kompatible dengan TCP/IP berbasis jaringan. Protokol standar TCP/IP termasuk:
 Internet Protocol,
 Transmission Control Protocol (TCP),
 Internet Control Message Protocol (ICMP),
 Address Resolusion Protocol (ARP),
 User Datagram Protocol (UDP).
TCP/IP harus dikonfigurasi dulu agar bisa “berkomunikasi” di dalam jaringan
komputer. Setiap kartu jaringan komputer yang telah diinstall memerlukan IP
address dan subnet mask. IP address harus unik (berbeda dengan komputer
lain), subnet mask digunakan untuk membedakan network ID dari host ID.
Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) atau disi secara manual.

Gambar 14 IP address dalam TCP/IP properties

Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address:
1) Buka Control Panel dan double-klik icon Network.
2) Di dalam tab Configuration, klik TCP/IP yang ada dalam daftar untuk kartu
jaringan yang telah diinstall.
3) Klik Properties.
4) Di dalam tab IP Address, terdapat 2 pilihan:
Obtain an IP address automatically IP address akan diperoleh melalui
fasilitas DHCP. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara
otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja
dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu
kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam
memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut.
Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
Specify an IP address IP address dan subnet mask diisi secara manual.
5) Klik OK.
6) Jika diperlukan masuk kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik
tab Gateway, masukkan nomor alamat server.
7) Klik OK.

8) Jika diperlukan untuk mengaktifkan Windows Internet Naming Service
(WINS) server, kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab
WINS Configuration, dan klik Enable WINS Resolution serta masukan
nomor alamat server.
9) Jika diperlukan untuk mengaktifkan domain name system (DNS), kembali ke
dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab DNS Configuration, klik
Enable DNS, masukkan nomor alamat server.
10)Klik OK.

Konfigurasi IP untuk Windows XP.
Kita langsung saja membahas bagaimana caranya mengkonfigurasi IP pada
windows XP, karena untuk windows xp biasanya Kartu jaringan berikut Internet
Protocol (TCP/IP), NWlink/NetBios, IPX/SPX/NetBios, dan lain-lain langsung di
deteksi secara otomatis saat kita install Windows pertama kali, semuanya jadi
mudah, bahkan kalau server diaktifkan DHCP nya kita tidak perlu konfigurasi
apapun, windows xp langsung bisa dipergunakan untuk jaringan.
Karena kita menggunakan IP statis maka IP harus dikonfigurasi secara manual.
Adapun caranya sebagai berikut :

1) Klik Star arahkan kursor mouse ke settings terus ke Network connections
klik Local Area connections. Lihat gambar berikut

Gambar 17 lokasi Local Area Connections

2) Setelah Local Area Conecction terbuka klik Properties
3) Pada menu general arahkan kursor mouse pada “This connection uses the
following items” cari dan tandai dengan mouse Internet Protocol (TCP/IP)
dilanjutkan dengan klik properties, lihat gambar berikut

Gambar 18 Internet Protocol (TCP/IP)

4) Pilih radio button yang bertuliskan “Use the following IP address” pada kolom
IP address isi IP yang kita kehendaki contohnya lihat gambar berikut.

Gambar 19 kolom IP address, Subnet mask

5) Setelah terisi dengan benar klik OK


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: